Kamis, 24 Mei 2012

Media pengajaran bahasa arab

BAB I
MEDIA PENGAJARAN BAHASA ARAB


2.1. Pengertian Media Pengajaran Bahasa Arab
Kata media berasal dari bahasa latin Medium yang secara harfiah berarti tengah, perantara atau pengantaran. Sedangkan dalam bahasa arab adalah wasail yang berarti perantara atau pengantar pesan dari pengirim kepada penerima pesan.
Sedangkan menurut para ahli, media merupakan:
• Gearlach & Ely serta M. Sorby Sutikno; manusia, materi atau kejadian yang membangun kondisi yang membuat siswa mampu memperoleh pengetahuan, keterampilan atau sikap.
• Atwi Suparman; Alat yang digunakan untuk menyalurkan pesan atau informasi dari pengirim kepada penerima pesan.
• AECT (association of education and communication technology); segala bentuk dan saluran yang digunakan untuk menyampaikan pesan dan informasi.
• Heinich dkk; perantara yang mengantarkan informasi antara sumber dan penerima.
Dan dalam aktifitas pengajaran, media dapat didefinisikan sebagai sesuatu yang dapat membawa informasi dan pengetahuan dalam interaksi yang berlangsung antara pendidik dengan siswa.
2.1. Urgensi Media dalam Pengajaran Bahasa Arab
Ada beberapa alasan mengapa media dipandang memiliki urgensi yang tinggi dalam pengajaran. John M. Lannon , mengungkapkan bahwa media pengajaran khusunya alat-alat pandang dapat :
1. Menarik perhatian siswa;
2. Membantu untuk mempercepat pemahaman dalam proses pembelajaran;
3. Memberikan data yang kuat atau terpercaya;
4. Memadatkan informasi;
5. Memudahkan menafsirkan data;
6. Memperjelas penyajian pesan agar tidak bersifat verbalistis ( bersifat tak jelas );
7. Mengatasi keterbatasan ruang;
8. Pembelajaran lebih komunikatif dan produtif;
9. Waktu pembelajaran bisa dikondisikan
10. Menghilangkan kebosanan siswa dalam belajar;
11. Meningkatkan motivasi siswa dalam mempelajari sesuatu (bahasa Arab);
12. Melayani gaya belajar siswa yang beraneka ragam; serta
13. Meningkatkan kadar keaktifan/keterlibatan siswa.
Sementara itu ada beberapa manfaat dari media pengajaran diantaranya :
1. Memberikan pemahaman kepada siswa tentang berbagai lafazh
2. Menjadikan siswa lebih memperhatikan dan rajin belajar,
3. Menambah pemahaman siswa dan menjadikannya lebih membekas
4. Membantu untuk berfikir sistematis
5. Membantu menambah kekayaan bahasa siswa
2.1. Macam dan Prinsip Pemilihan Media Pengajaran
A. Macam-macam Media Pengajaran secara Umum
1. Dilihat dari jenisnya; audio (suara), visual (penglihatan/gambar), audiovisual (suara dan gambar).
2. Dilihat dari daya liputnya; luas dan serentak, terbatas oleh ruang dan tempat.
3. Dilihat dari bahan pembuatannya; mudah dengan harga murah dan cara penggunaannya tidak sulit, sulit didapat dan tidak mudah dibuat serta harganya relatif mahal.

B. Macam-macam Media Pengajaran Bahasa Arab
Macam-macam media (jenis dan karakteristiknya) yang dapat digunakan dalam pembelajaran bahasa arab secara ringkas sebagia berikut :
1. Laboratorium bahasa dengan berbagai macamnya. Media ini dapat membantu pengajar dalam memperdengarkan suara atau bunyi yang telah direkam kepada siswa untuk dipelajarinya. Media ini menggunakan pendekatan individual dalam melatih berbicara secara benar.
2. Media audio, seperti radio, piringan (CD), atau program radio pendidikan.
3. Media visual, yang terdiri atas :
a. Media cetakan, seperti naskah-naskah penjelasan dan keterangan, gambar, majalah, selabaran-selabaran, surat kabar, dan berbagai macam kartu. Media ini dapat digunakan secara langsung atau dengan menggunakan alat-alat tertentu seperti papan tulis, papan magnetic, flip chart dan sebagainya.
b. Media proyeksi, seperti OHP (Over Head Projector), slide projector dan film strip.
c. Contoh barang, model, pameran dan museum. Media ini dapat digunakan dalam pembelajaran bahasa yang dipelajari, gaya hidup, dan lebih ditujukan untuk memberikan motivasi kepada siswa untuk mempelajari bahasa arab.
4. Media audio visual, seperti film bersuara, video, televisi. Media ini memiliki kelebihan dengan memungkinkan menyajikan suara dan gambar sekaligus terutama untuk menyampaikan materi yang dipelajari.
5. Media pembelajaran berprogram. Media ini bertingkat-tingkat mulai dari bentuk modul-modul sederhana sampai dalam bentuk komputer.
Masing-masing media memiliki kelebihan dan kekurangan, sebuah media yang tepat dan efektif digunakan untuk mengajarkan sebuah materi, belum tentu tepat dan efektif jika digunakan untuk mengajarkan materi yang lain. Untuk itu ketepatan pemilihan media juga turut menentukan keberhasilan pengajaran. Shalah Abdul Madjid membagi media pengajaran tersebut secara lebih rinci sesuai dengan jenis kemampuan (maharoh) yang akan diajarkan. Beberapa media tersebut antara lain :
1. Media pengajaran Istima’
Beberapa media pengajaran yang dapat digunakan dalam materi istima’ antara lain:
a. Piringan (CD)
b. Kaset/tape recorder
c. Siaran radio
d. Drama
e. Bermain peran
f. Permainan bahasa
g. Laboratorium bahasa
Masing-masing media tersebut memiliki karakteristik yang berbeda, sehingga dalam penggunaannya perlu mempertimbangkan dengan benar kesesuaian media tersebut dengan materi dan karakteristik siswa yang belajar.
2. Media pengajaran kalam
Beberapa media yang dapat digunakan dalam mengajarkan keterampilan kalam (an-nutq wa al-hadits) adalah ;
a. Papan pameran
b. Papan tulis
c. Papan magnetic
d. Lukisan dinding
e. Lingkaran jam
f. Slide dan film diam
g. Tamasya
h. Permainan bahasa
3. Media pengajaran qiro’ah
Beberapa media yang dapat digunakan dalam pembelajaran qiro’ah diantaranya :
a. Kartu
b. Laboratorim bacaan
c. Majalah bergambar karikatur
d. Poster
e. Tachistoscope
f. Reading pacer
g. Flm bacaan
h. Over head projector
i. Opaque projector
j. Permainan bahasa
4. Media pengajaran kitabah
Media pengajaran kitabah secara garis besar dapat dikelompokan kedalam tiga kategori yaitu media pengajaran hija’iyyah, media pengajaran insya’, dan media resensi. Beberapa media yang dapat digunakan dalam pengajaran kitabah tersebut antara lain :
a. Kaset
b. Melengkapi huruf
c. Penggalan kata-kata
d. Gambar dan sketsa
e. Permainan hija’iyyah
f. Meningkatkan ta’bir muwajjah menjadi ta’bir hurr
g. Resensi film, program televisi, program radio, Koran dan majalah
C. Prinsip-prinsip Peilihan Media Pengajaran
1. Menentukan jenis media dengan tepat;
2. Menetapkan atau mempertimbangkan subyek dengan tepat;
3. Menyajikan media dengan tepat;
4. Menempatkan atau mempergunakan media pada waktu, tempat dan situasi yang tepat.
2.3. Faktor yang Mempengaruhi dan Kriteria Pemilihan Media Pengajaran
A. Faktor-faktor yang Mempengaruhi dalam Pemilihan Media Pengajaran
1. Onjektivitas, media dipilih bukan atas kesenangan atau kebutuhan pendidik melainkan keperluan sistem belajar.
2. Program pengajaran, ada kesesuaian antara yang disampaikan kepada siswa dengan kurikulum yang berlaku (isi, struktur maupun kedalamannya).
3. Sasaran program, ada kesesuaian antara medai yang akan digunakan dengan tingkat perkembangan siswa (bahasa, simbol-simbol yang digunakan, cara dan kecepatan penyajian maupun waktu penggunaan).
4. Situasi dan kondisi, tempat atau ruangan yang akan dipergunakan (ukuran, perlengkapan maupun ventilasinya). serta siswa yang akan mengikuti pelajaran (jumlah, motifasi dan kegairahannya).
5. Kualitas teknik, perlu penyempurnaan sebelum digunakan (saura atau gambar yang kurang jelas, keadaannya telah rusak, ketidaksesuaian dengan alat yang lainnya).
B. Kriteria-kriteria Pemilihan Media Pengajaran
1. ketepatannya dengan tujuan pengajaran;
2. Dukungan terhadap isi materi pelajaran;
3. Kemudahan memperoleh media;
4. Keterampilan pendidik dalam menggunakan apapun jenis medai yang dierlukan;
5. Sesuai dengan taraf berfikir siswa.
2.4. Syarat-syarat agar Pendidik Mengetahui dan Terampil Menggunakan Media Pengajaran
Sebagaimana hasil penelitian yang dilakukan oleh Marshall McLuhan mengenai media pengajaran yang akhirnya disimpulkan bahwa ada tiga kelompok pendidik sehubungan dengan media.
1. Pendidik yang hanya tahu akan nama-nama media
2. Pendidik yang tahu nama media dan tahu juga untuk apa dan mengapa media tersebut dgunakan
3. Pendidik yang bukan hanya tahu nama dan tahu untuk apa serta mengapa digunakan, tetapi sampai pada tingkat bagaimana menggunakan media tersebut.
Lebih lanjut McLuhan mengatakan bahwa untuk daapt sampai ke tingkat ketiga, yakni mengetahui dan terampil bagaimana menggunakan media pengajaran, dituntut dari pendidik adanya tiga syarat, yaitu:
1. Pendidik harus mengetahui spesifikasi media yang akan digunakan mengenai: nama, bagian-bagian, kelengkapan komponen, fungsi, alternatif kemanfaatan, dan bagaimana menggunakannya.
2. Pendidik harus bersikap modern. Cara mengajar, gaya dan strategi mengajar yang dimiliki oleh pendidik seringkali merupakan refleksi dari apa yang dilakukan oleh gurunya dahulu. Pendidik harus bersedia mengubah sikap sehingga iklim mengajar yang ada disekolah tidak konvensional (secara adat kebiasaan).
3. Pendidik harus dapat menempatkan dirinya sebagai siswa yang belajar. Guru harus memperlakukan siswa sebagai subek didik, bukan sebagai orang dewasa kecil.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

SEMUGA BERMAMFAAT