TEXT BERJALAN LATAR MERAH

Kamis, 11 April 2013

KEJAYAAN ISLAM PADA MASA BANI UMAYYAH



KEJAYAAN ISLAM PADA MASA BANI UMAYYAH
Sepeninggal kholifah Ali bin Abi Tholib (656-661), sebagian masyarakat Islam di Arab, Irak dan Iran memilih dan mengangkat Hasan bin Ali. Beliau memerintah + 3 bulan, setelah itu jabatannya dialihkan kepada Muawiyah bin Abi Sufyan, karena beliau menyadari kelemahan dan kekurangan dalam kepemimpinannya, dia berfikir Muawiyah yang lebih cocok untuk memimpin Umat Islam.
Pada tahun 661 M, terjadilah perpindahan kekuasaan dari Hasan kepada Muawiyah. Serah terima jabatan itu berlangsung di kota Kuffah, kemudian dikenal dalam sejarah Islam dengan istilah “Amul Jama’ah”.[1]
Perpindahan kekuasaan kepada Muawiyah ibn Sufyan telah mengakgiri bentuk pemerintahan yang demokratis. Kekholifahan ini menjadi semacam monarchi absolut. Dan kekholifahan ini bertahan + sampai 90 tahun, dimulai dari tahun 661 – 750 M. Selama masa pemerintantahan bani Umayyah telah berkuasa sebanyak 14 khalifah dan diantara khalifah yang berhasil dalam menjalankan roda pemerintahan adalah ;

1. Muawiyah bin Abi Sufyan (41-60 H / 661-680 M)
Muawiyah dilahirkan + 15 tahun sebelum hijriyah dan masuk Islam pada hari penaklukan Mekah. Beliau diangkat langsung oleh Rasulullah sebagai anggota sidang penulis wahyu yang bertujuan agar Muawiyah lebih akrab dan Islam ini benar-benar tertanam dalam hatinya.
Dalam perjalanan sejarah hidupnya, kemudian dia diangkat sebagai Gubernur Damaskus, dari sini karir politiknya dilakukan secara perlahan, yang kemudian mengantarkannya ke puncak kekuasaan. Diantara yang dilakukan adalah perluasan wilayah dan berusaha menaklukkan beberapa daerah kekuasaan Byzantium dan Persia.
2. Kholifah Abdul Malik ibn Marwan (65-86 H / 685-705 M)
Beliau terkenal karena banyak jasanya dalam menciptakan keamanan di semua wilayah Islam. Setelah keamanan menjadi stabil, maka ia berusaha melaksanakan pembangunan untuk kesejahteraan rakyat, antara lain :
a. Membentuk mahkamah agung
b. Penggantian bahasa resmi
c. Penggantian mata uang dan lain-lain
3. Kholifah Walid ibn Abdul Malik (86-96 H / 705-715 M)
Pada masa pemerintahan beliau adalah masa-masa keemasan daulat bani Umayyah, karena di samping wilayah Islam luas, kemajuan dalam bidang sosial dan budaya.
4. Kholifah Umar bin Abdul Azis (99-101 H / 717-720 M)
Beliau di kenal dengan keadilannya menjalankan pemerintahannya. Ia lebih mementingkan agama dari pada politik, lebih mementingkan persatuan umat.
Beliau dalam menyebarkan Islam dilakukan dengan cara mengirimkan para muballigh ke India, Turki dan Barbar (Afrika).
5. Hisyam bin Abdul Malik (105-125 H / 724-743 M)
Beliau adalah termasuk orang yang cakap, sehingga masa pemerintahannya mengalami kemajuan yang amat pesat.
Adapun wilayah kekuasaan Islam pada masa kejayaan Bani Umayyah adalah memperluas wilayah kekuasaan Islam ke Afrika Utara, ke barat sampai ke Maroko, dan ke utara menyeberangi laut tengah. Kemudian pada masa pemerintahan Walid bin Abdul Malik ini berusaha memperluas wilayah ke daerah timur, ke benua Afrika dan Spanyol.[2]


[1]Sejarah Peradaban Islam”, Harun Nasution
[2] Diambil dari buku “Sejarah Kebudayaan Islam Kurikulum/GBPP 1994”, Drs. Muradi, oleh Thoha Putra Semarang.
KEJAYAAN ISLAM PADA MASA BANI UMAYYAH
Sepeninggal kholifah Ali bin Abi Tholib (656-661), sebagian masyarakat Islam di Arab, Irak dan Iran memilih dan mengangkat Hasan bin Ali. Beliau memerintah + 3 bulan, setelah itu jabatannya dialihkan kepada Muawiyah bin Abi Sufyan, karena beliau menyadari kelemahan dan kekurangan dalam kepemimpinannya, dia berfikir Muawiyah yang lebih cocok untuk memimpin Umat Islam.
Pada tahun 661 M, terjadilah perpindahan kekuasaan dari Hasan kepada Muawiyah. Serah terima jabatan itu berlangsung di kota Kuffah, kemudian dikenal dalam sejarah Islam dengan istilah “Amul Jama’ah”.[1]
Perpindahan kekuasaan kepada Muawiyah ibn Sufyan telah mengakgiri bentuk pemerintahan yang demokratis. Kekholifahan ini menjadi semacam monarchi absolut. Dan kekholifahan ini bertahan + sampai 90 tahun, dimulai dari tahun 661 – 750 M. Selama masa pemerintantahan bani Umayyah telah berkuasa sebanyak 14 khalifah dan diantara khalifah yang berhasil dalam menjalankan roda pemerintahan adalah ;
1. Muawiyah bin Abi Sufyan (41-60 H / 661-680 M)
Muawiyah dilahirkan + 15 tahun sebelum hijriyah dan masuk Islam pada hari penaklukan Mekah. Beliau diangkat langsung oleh Rasulullah sebagai anggota sidang penulis wahyu yang bertujuan agar Muawiyah lebih akrab dan Islam ini benar-benar tertanam dalam hatinya.
Dalam perjalanan sejarah hidupnya, kemudian dia diangkat sebagai Gubernur Damaskus, dari sini karir politiknya dilakukan secara perlahan, yang kemudian mengantarkannya ke puncak kekuasaan. Diantara yang dilakukan adalah perluasan wilayah dan berusaha menaklukkan beberapa daerah kekuasaan Byzantium dan Persia.
2. Kholifah Abdul Malik ibn Marwan (65-86 H / 685-705 M)
Beliau terkenal karena banyak jasanya dalam menciptakan keamanan di semua wilayah Islam. Setelah keamanan menjadi stabil, maka ia berusaha melaksanakan pembangunan untuk kesejahteraan rakyat, antara lain :
a. Membentuk mahkamah agung
b. Penggantian bahasa resmi
c. Penggantian mata uang dan lain-lain
3. Kholifah Walid ibn Abdul Malik (86-96 H / 705-715 M)
Pada masa pemerintahan beliau adalah masa-masa keemasan daulat bani Umayyah, karena di samping wilayah Islam luas, kemajuan dalam bidang sosial dan budaya.
4. Kholifah Umar bin Abdul Azis (99-101 H / 717-720 M)
Beliau di kenal dengan keadilannya menjalankan pemerintahannya. Ia lebih mementingkan agama dari pada politik, lebih mementingkan persatuan umat.
Beliau dalam menyebarkan Islam dilakukan dengan cara mengirimkan para muballigh ke India, Turki dan Barbar (Afrika).
5. Hisyam bin Abdul Malik (105-125 H / 724-743 M)
Beliau adalah termasuk orang yang cakap, sehingga masa pemerintahannya mengalami kemajuan yang amat pesat.
Adapun wilayah kekuasaan Islam pada masa kejayaan Bani Umayyah adalah memperluas wilayah kekuasaan Islam ke Afrika Utara, ke barat sampai ke Maroko, dan ke utara menyeberangi laut tengah. Kemudian pada masa pemerintahan Walid bin Abdul Malik ini berusaha memperluas wilayah ke daerah timur, ke benua Afrika dan Spanyol.[2]


[1]Sejarah Peradaban Islam”, Harun Nasution
[2] Diambil dari buku “Sejarah Kebudayaan Islam Kurikulum/GBPP 1994”, Drs. Muradi, oleh Thoha Putra Semarang.
KEJAYAAN ISLAM PADA MASA BANI UMAYYAH
Sepeninggal kholifah Ali bin Abi Tholib (656-661), sebagian masyarakat Islam di Arab, Irak dan Iran memilih dan mengangkat Hasan bin Ali. Beliau memerintah + 3 bulan, setelah itu jabatannya dialihkan kepada Muawiyah bin Abi Sufyan, karena beliau menyadari kelemahan dan kekurangan dalam kepemimpinannya, dia berfikir Muawiyah yang lebih cocok untuk memimpin Umat Islam.
Pada tahun 661 M, terjadilah perpindahan kekuasaan dari Hasan kepada Muawiyah. Serah terima jabatan itu berlangsung di kota Kuffah, kemudian dikenal dalam sejarah Islam dengan istilah “Amul Jama’ah”.[1]
Perpindahan kekuasaan kepada Muawiyah ibn Sufyan telah mengakgiri bentuk pemerintahan yang demokratis. Kekholifahan ini menjadi semacam monarchi absolut. Dan kekholifahan ini bertahan + sampai 90 tahun, dimulai dari tahun 661 – 750 M. Selama masa pemerintantahan bani Umayyah telah berkuasa sebanyak 14 khalifah dan diantara khalifah yang berhasil dalam menjalankan roda pemerintahan adalah ;
1. Muawiyah bin Abi Sufyan (41-60 H / 661-680 M)
Muawiyah dilahirkan + 15 tahun sebelum hijriyah dan masuk Islam pada hari penaklukan Mekah. Beliau diangkat langsung oleh Rasulullah sebagai anggota sidang penulis wahyu yang bertujuan agar Muawiyah lebih akrab dan Islam ini benar-benar tertanam dalam hatinya.
Dalam perjalanan sejarah hidupnya, kemudian dia diangkat sebagai Gubernur Damaskus, dari sini karir politiknya dilakukan secara perlahan, yang kemudian mengantarkannya ke puncak kekuasaan. Diantara yang dilakukan adalah perluasan wilayah dan berusaha menaklukkan beberapa daerah kekuasaan Byzantium dan Persia.
2. Kholifah Abdul Malik ibn Marwan (65-86 H / 685-705 M)
Beliau terkenal karena banyak jasanya dalam menciptakan keamanan di semua wilayah Islam. Setelah keamanan menjadi stabil, maka ia berusaha melaksanakan pembangunan untuk kesejahteraan rakyat, antara lain :
a. Membentuk mahkamah agung
b. Penggantian bahasa resmi
c. Penggantian mata uang dan lain-lain
3. Kholifah Walid ibn Abdul Malik (86-96 H / 705-715 M)
Pada masa pemerintahan beliau adalah masa-masa keemasan daulat bani Umayyah, karena di samping wilayah Islam luas, kemajuan dalam bidang sosial dan budaya.
4. Kholifah Umar bin Abdul Azis (99-101 H / 717-720 M)
Beliau di kenal dengan keadilannya menjalankan pemerintahannya. Ia lebih mementingkan agama dari pada politik, lebih mementingkan persatuan umat.
Beliau dalam menyebarkan Islam dilakukan dengan cara mengirimkan para muballigh ke India, Turki dan Barbar (Afrika).
5. Hisyam bin Abdul Malik (105-125 H / 724-743 M)
Beliau adalah termasuk orang yang cakap, sehingga masa pemerintahannya mengalami kemajuan yang amat pesat.
Adapun wilayah kekuasaan Islam pada masa kejayaan Bani Umayyah adalah memperluas wilayah kekuasaan Islam ke Afrika Utara, ke barat sampai ke Maroko, dan ke utara menyeberangi laut tengah. Kemudian pada masa pemerintahan Walid bin Abdul Malik ini berusaha memperluas wilayah ke daerah timur, ke benua Afrika dan Spanyol.[2]


[1]Sejarah Peradaban Islam”, Harun Nasution
[2] Diambil dari buku “Sejarah Kebudayaan Islam Kurikulum/GBPP 1994”, Drs. Muradi, oleh Thoha Putra Semarang.

Reactions:

0 comments:

Poskan Komentar

adfly