Pendidikan sejati adalah orientasi hati.
Kecerdasan tidak bisa menjadi jaminan keberhasilan didalam pendidikan(tarbiyah).Betapa banyak orang mengeluh karena kenakalan seseorang yang cerdas. Ilmu yang memadai tidak bisa menjadi jaminan bahwa seseorang telah benar-benar mendapatkan tarbiyah.
Sebagian kaum yahudi yang 100% percaya bahwa Nabi Muhammad adalah nabi yang akan di utus di akhir zaman (karena berita itu telah termaktub didalam kitab suci mereka). Akan tetapi disasat tiba waktu kehadiran Nabi Muhammad SAW ditengah-tengah mereka tidak mudah bagi merka untuk menerimnya. Itu bukan karena mereka tidak tahu kalau beliau itu adalah Nabi yang merena nanti-nanti. Tetapi karena ada yang salah didalam tarbiyah maka ilmunyapun tidak membantu mereka untuk menginsafi keberadaan Nabi Muhammagd SAW sebagai Nabi. Kesalahan tarbiyah tersebut menyebabkan kekosonga hatinya dari sifat insaf dan akhirnya datang penggantinya sifat takabbur dan dengki kepada Nabi Muhamad SAW.
Medan tarbiyah adalah didalam hati, dan karena tempatnya adalah hati sulit sekali untuk dideteksi penyakit-penyakitnya. Yang terlahir dari tindak-tanduk itu hanya pancaran dari apa yang ada di dalam hati. Tidak mudah bagi orang yang melihat pancaran itu untuk membedakan apakah itu pancaran yang sesungguhnya atau palsu.
